Pelataran Tergenang, DPRD Kukar Desak Perbaikan Mendesak di SMPN 2 Muara Muntai
Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kerusakan sarana pendidikan di wilayah hulu kembali menjadi sorotan DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, kondisi SMPN 2 Muara Muntai dinilai membutuhkan penanganan cepat setelah ditemukan sejumlah fasilitas yang rusak dan mengganggu aktivitas belajar siswa.
Anggota DPRD Kukar,
Muhammad Idham, mengatakan hasil pemantauan lapangan menunjukkan persoalan
serius pada pelataran sekolah serta beberapa ruang kelas yang kerap terendam
air. Genangan tersebut membuat kegiatan belajar, termasuk aktivitas rutin
siswa, sering terhambat.
“Upacara setiap Senin
sering terkendala karena lapangannya tergenang banjir. Begitu juga aktivitas
olahraga, terpaksa dibatalkan jika air belum surut,” ujar Idham belum lama ini.
Idham menyebutkan bahwa
rencana rehabilitasi SMPN 2 Muara Muntai sebenarnya sudah masuk dalam Renja
Disdikbud Kukar. Namun ia menilai pelataran harus ditangani terlebih dahulu
karena menjadi pusat aktivitas seluruh siswa.
Menurutnya, total anggaran
yang diajukan mencapai sekitar Rp 2 miliar. Pembagian anggaran, kata Idham,
harus dibuat proporsional agar seluruh kebutuhan sekolah dapat terpenuhi.
“Misalnya pelataran bisa
ditangani dengan anggaran Rp 1 miliar, maka sisanya dapat dialihkan untuk
memperbaiki ruang kelas dan WC. Dengan pembagian seperti ini, dampaknya lebih
merata,” jelasnya.
Idham memastikan bahwa
laporan kondisi SMPN 2 Muara Muntai sudah disampaikan ke pimpinan DPRD. Ia
berkomitmen mengawal usulan tersebut hingga masuk dalam prioritas perbaikan
sarana pendidikan tahun 2026.
“Kita akan terus memonitor
agar perbaikan ini tidak sekadar rencana, tetapi benar-benar terealisasi,”
tegasnya.
Sementara itu, Mujahidin,
Kasi Sarpras Bidang SMP Disdikbud Kukar, memastikan rekomendasi DPRD akan
ditindaklanjuti. Ia menegaskan bahwa pemenuhan sarana-prasarana untuk sekolah
dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan kondisi tiap wilayah.
“Kami melihat kebutuhan
tiap sekolah tidak sama. Karena itu pemerataan tetap diutamakan, mulai dari
wilayah hulu, tengah, hingga pesisir,” ujarnya.
Kondisi SMPN 2 Muara
Muntai menjadi satu dari banyak potret bagaimana sekolah-sekolah di wilayah
hulu masih membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai. DPRD berharap upaya ini
dapat menghadirkan proses belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.
Dengan perhatian pada
pelataran dan fasilitas dasar lainnya, sekolah di Muara Muntai diharapkan
kembali dapat menjalankan kegiatan tanpa terganggu banjir dan genangan air yang
selama ini menjadi kendala utama.(ADV)